PTPN I Regional 2 Pulihkan Ekosistem dan Sosial Warga Pasca Longsor Cisarua

BANDUNG BARAT, Senin 26 Januari 2026 – Duka mendalam menyelimuti lereng perbukitan Cisarua setelah hujan deras memicu pergerakan tanah di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, pada Sabtu (24/1) dini hari. Tragedi tanah longsor yang berdampak pada 113 jiwa ini menjadi pengingat nyata akan kerentanan ekosistem di wilayah Jawa Barat.

Merespons bencana tersebut, PTPN I Regional 2 bergerak cepat menangani dampak di lapangan. Selain menyalurkan bantuan darurat, perusahaan pelat merah ini menyiapkan langkah strategis berupa restorasi 14.000 hektar lahan untuk mencegah bencana serupa terulang di masa depan. Manajemen memandang bahwa pemulihan kondisi sosial dan keselamatan ekologi masyarakat merupakan prioritas utama yang melampaui batas operasional perusahaan.

Region Head PTPN I Regional 2, Desmanto, terjun langsung ke lokasi pengungsian pada Senin (26/1) untuk memastikan distribusi logistik berupa bahan pangan, susu, selimut, dan kebutuhan harian menjangkau para penyintas.

“Kami hadir tidak hanya untuk berbagi beban di masa sulit, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki harapan untuk bangkit. Namun, kepedulian kemanusiaan harus beriringan dengan perbaikan ekosistem,” ujar Desmanto dalam keterangannya, Senin (26/1).

Baca juga berita: Gelontorkan Dana Rp 3 Triliun dalam Lima Tahun, PTPN I Regional 4 Dukung Penuh UMKM Naik Kelas

Desmanto menegaskan, bencana ini menjadi peringatan keras untuk mengevaluasi tata kelola lahan di area dengan topografi ekstrem. Pihaknya kini bersinergi dengan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan Danantara untuk menginisiasi langkah preventif yang lebih fundamental.

“Fokus kami kini diarahkan pada mitigasi jangka panjang melalui rencana restorasi lahan seluas 14.000 hektar di wilayah Jawa Barat,” tambahnya.

Dalam program tersebut, lahan yang saat ini didominasi tanaman sayuran semusim akan dikonversi secara bertahap menjadi area perkebunan permanen. PTPN I akan menanam teh, kopi, dan pohon kayu tahunan yang memiliki struktur perakaran kuat untuk mencengkeram tanah di lereng curam, sehingga berfungsi sebagai benteng alami menjaga stabilitas lereng.

“Restorasi ini adalah investasi keselamatan. Dengan perakaran tanaman tahunan yang dalam, kita membangun pertahanan alami demi keselamatan generasi mendatang,” jelas Desmanto.

Strategi pemulihan ekosistem ini pun dirancang secara inklusif dengan merangkul masyarakat lokal sebagai aktor utama. PTPN I Regional 2 berkomitmen memberdayakan warga sekitar sebagai tenaga kerja aktif dalam program reboisasi tersebut. Melalui kolaborasi penghijauan dan pemberdayaan ekonomi, diharapkan tercipta keseimbangan baru yang menjamin keselamatan pemukiman warga sekaligus mendukung keberlanjutan sektor perkebunan nasional di Jawa Barat.

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News

You May Also Like

More From Author