Sejumlah Seniman Pamerkan karya dari Sampah, Angkat Isu Lingkungan

BANTUL—REDBASE Foundation kembali menggelar pameran berkelompok dengan tajuk Embarking on A Wishful Journey. Pameran ini mengangkat isu lingkungan dan sebuah optimisme untuk menyelamatkannya.

Penulis Pameran Embarking on A Wishful Journey, Aisyah Yasmira, menjelaskan pameran ini menjadi upaya galeri REDBASE untuk memperluas kesadaran akan isu manusia dengan lingkungan. “Namun, alih-alih mengingatkan orang-orang akan hal buruk yang dapat terjadi, pameran ini bertujuan untuk mengingatkan orang-orang akan hal-hal baik yang mungkin hilang,” ujarnya, Sabtu (16/9/2023).

Upaya ini untuk membuka mata orang-orang untuk mengingat apa yang harus diperjuangkan, apa yang sudah dikembangkan, dan membangun keinginan untuk peduli terhadap apa yang akan sirna. “Bagaimanapun juga, sugesti perasaan kehilangan akan terasa lebih buruk jika hampir terjadi,” katanya.

Karya-karya dalam pameran ini bermaksud menyadarkan orang bahwa karena perubahan ini tidak bisa dihindari, maka ada sesuatu yang bisa diambil dari perubahan itu. Dengan keyakinan bahwa segala sesuatu terjadi karena suatu alasan, untuk melewati krisis ini, orang membutuhkan ketahanan, pandangan yang rasional dan penuh harapan untuk membuat kemajuan yang aktif.

“Seiring dengan upaya dunia untuk bertahan hidup demi hari esok yang lebih baik, REDBASE juga berusaha untuk tumbuh dengan harapan yang dihadirkan oleh wajah-wajah baru untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.

Total ada 26 karya dari enam seniman dan satu kolektif seni yang dipamerkan. Keenam seniman tersebut yakni Ari Bayuaji, Budi Setyawan, Desart Fianda, I Kadek Suardana, M. Fauzul Kiram dan Ricky Wahyudi. Adapun kolektif seni yang terlibat yakni Tactic. Pameran berlangsung 15 September-30 November 2023, bertempat di Galeri REDBASE, Dusun Jurug, Bangunharjo, Sewon.

TacTic adalah kelompok seni yang berfokus pada pengkaryaan rupa dengan mengolah limbah kantong plastik. Diinisiasi oleh Ayu Arista Murti dan Mutia Bunga pada 2016, kelompok ini berangkat dari keprihatinan para anggotanya terhadap sampah plastik.

TacTic mengumpulkan sampah plastik melalui kerja sama dengan donator melalui program Adopsi Plastik dan Bank Sampah di area Jogja dan sekitarnya. Hingga kini, TacTic aktif berkarya dan mengadakan berbagai program untuk mengedukasi masyarakat mengenai pengolahan sampah plastik.

Salah satu karya terbaru TacTic adalah sebuah seri instalasi berjudul Kayun Kalamangsa yang terinspirasi oleh ramalan Jayabaya dalam Serat Kalathida. Frasa udan salah mangsa yang populer di kalangan masyarakat Jawa bukan hanya menyiratkan soal perubahan iklim. melainkan juga keterpisahan relasi manusia dengan alam.

Seniman lainnya, Bayuaji, dikenal atas instalasi seninya yang memanfaatkan barang temuan yang ia kumpulkan dari berbagai belahan dunia, sehingga membuatnya terpapar pada berbagai tradisi budaya yang berbeda.

Karyanya, Morning Dive, berangkat dari sebuah projek seni komunitas di Bali bertajuk Waving the Ocean yang dimulai pada awal 2020 selama pandemi Covid-19. Karya tekstil buatannya menggunakan benang-benang dari tali plastik yang ia temukan di sepanjang pantai dan hutan bakau di pesisir Bali.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours